Faktor Lesunya Produksi Pertanian Indonesia

Indonesia adalah negara agraris tropis kepulauan, terdiri dari 5 pulau besar dan beribu-ribu kepulauan. Dengan adanya kepulauan tersebut maka tentunya Indonesia mempunyai hasil pangan alam yang besar, yaitu pertanian, perikanan, dan peternakan. Selain itu negara kita juga kaya akan hasil hutan, yang tentunya menambah keanekaragaman hasil alam organik dari bumi Indonesia.

Hasil pertanian negeri kita amatlah beragam. Ini didukung oleh keadaan alam yang beriklim tropis. Sebagai contoh, hasil pertanian pangan pokok kita adalah beras, umbi-umbian, sagu, jagung, dan lain-lain. Hasil pertanian buah-buahan pun amatlah beragam, seperti apel malang, jeruk pontianak, jambu monyet, buah merah, belimbing wuluh, dan masih banyak lagi. Belum lagi keanekaragaman hasil pertanian rempah-rempah yang tak kalah banyaknya. Maka, sangatlah kaya negeri kita ini akan sumberdaya alam pertanian.

Namun, meski Indonesia memiliki sumberdaya alam pertanian yang beragam dan lahan yang melimpah luas, negeri kita masih bergantung pada beras impor, gula impor, bahkan buah-buahan impor. Hal ini  dikarenakan karena dua penyebab utama, yaitu kurangnya pemain agribisnis pribumi dan kurang mendukungnya kebijakan pemerintah kepada bidang pertanian.

Indonesia membutuhkan banyak wirausahawan pribumi yang bermain pada sektor pertanian. Seandainya saja negeri ini memiliki banyak pemain agribisnis yang menjalankan usahanya di berbagai daerah dan wilayah di Indonesia, maka  amatlah mungkin swasembada pangan permanen terwujud. Ini tentu akan menghilangkan ketergantungan Indonesia dari beras dan gula impor, serta berbagai hasil pertanian pokok lainnya yang masih mengimpor.

Selain itu, kurang mendukungnya kebijakan pemerintah juga menyebabkan lesunya pertumbuhan usaha agribisnis di Indonesia, yang berakibat pada tidak optimalnya hasil produksi pertanian nasional. Salah satunya ditandai dengan kurang memadainya jalur perhubungan ke pelosok-pelosok pada daerah di luar pulau Jawa. Padahal di pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua memiliki banyak hamparan lahan yang bisa diolah untuk menjadi lahan usaha pertanian. Apabila sarana jalur perhubungan kurang memadai, mobilisasi dan distribusi hasil pertanian tersebut pun menjadi tersendat. Inilah yang menyebabkan lesunya para usahawan agribisnis yang ingin menjadikan wilayah-wilayah terpencil sebagai “arena bermain” mereka. Kebijakan yang kurang mendukung “hajat hidup” petani kecil pun juga menyebabkan lesunya pertanian Indonesia. Bahkan seringkali lahan mereka terampas oleh perusahaan Industri. Kurangnya stabilitas harga hasil pertanian yang seringkali merugikan petani kecil pun juga menyebabkan lesunya pertanian Indonesia.
Seandainya dua hal utama di atas sudah teratasi, maka saya yakin negeri ini akan makmur sejahtera, bahkan bisa menjadi pemain utama pada pasar internasional dalam bidang pertanian.

Ditulis oleh :

Budhi Suryo Jatmiko

G74110029

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

Posted in Uncategorized | 1 Comment